Sejarah Berdiri Prodi

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Riau didirikan pada tahun 2002, dan izin untuk beroperasi diberikan oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 3547/D/ T/2003. Di bawah Jurusan Ilmu Administrasi, jurusan Ilmu Komunikasi pertama kali diakui sebagai program studi. Namun, berdasarkan SK No. 631/H19/AK/2010, status program studi diubah menjadi Jurusan Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat, komunikasi sangat dibutuhkan ditengah-tengah masyarakat Riau pada khususnya. Tingginya minat masyarakat terhadap jurusan Ilmu Komunikasi terlihat dari terus meningkat setiap tahunnya.

Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Riau memiliki tiga konsentrasi (peminatan) yaitu Hubungan Masyarakat (Humas), Manajemen Komunikasi dan Media, dan Jurnalistik, seperti yang tertera pada SK Rektor No:539/UN/AK/2011 tentang kurikulum. Pada tahun 2014, jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau telah melalui proses visitasi dan memperoleh nilai akreditas B dari Badan Akreditas Nasional (BAN). Perolehan nilai akreditasi B ini adalah yang kedua kalinya. Untuk yang pertama kali diperoleh pada tahun 2008 dengan nilai yang sama. Civitas akademika Jurusan Ilmu Komunikasi memutuskan untuk berupaya menaikkan nilai akreditasi dari nilai B menjadi nilai akreditasi A berdasarkan hasil pembicaraan rapat jurusan Ilmu Komunikasi. Tercatat dari tahun 2019 – sekarang, jurusan Ilmu Komunikasi telah memperoleh nilai akreditasi A.

Bagi seluruh civitas akademika Ilmu Komunikasi, akreditasi yang baik sangat penting. Akreditasi yang lebih baik untuk jurusan Ilmu Komunikasi akan menguntungkan bagi bidang Ilmu Komunikasi. Minat calon mahasiswa untuk kuliah di Universitas Riau akan terkena dampak dari hal tersebut, khususnya di jurusan Ilmu Komunikasi. Tidak hanya sampai disitu, dampak yang dapat dirasakan dengan nilai akreditasi yang masksimal adalah tentu akan menjadi daya tarik dan pertimbangan bagi stakeholder untuk mau bekerja sama. Selain itu, akreditasi yang tinggi juga akan memberikan pengaruh yang positif bagi alumni dimana mereka akan lebih mudah bersaing di dunia kerja.

Setelah mendapatkan izin dari Kemendikbud pada 9 november 2015, ilmu komunikasi telah membuka program studi magister (S2) yang diresmikan pada 10 November 2015. Ini merupakan hasil dari kerja keras selama 6 tahun yang diawali oleh perjuangan (alm) Prof. Tinambunan dan dosen lainnya. Program studi magister (S2) ini, masih menjadi satu-satunya yang terdapat di Provinsi Riau.